BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Ajaran
agama Islam yang sebenar-benarnya itu hanyalah yang ada di dalam Al-Qur’an dan
Al-Sunnah. Dia hanya satu, tetap dan tidak pernah berubah, serta merupakan
satu-satunya ajaran agama yang memiliki kebenaran yang mutlak. Dengan
akidah kita dapat mengetahui bahwa Allah itu ada dan mempercayai-Nya. Dengan
syariah kita dapat taat menuruti peraturan-peraturan Allah. Dan dengan tasawuf
dapat kita merasakn dalam batin kita dan mengenal Allah untuk siapa dipersembahkan amal ibadah
kita dan sebagai pengontrol jiwa dan khusuk kepada-Nya. Manfaat kita mengetahui
tasawuf yaitu pembersih jiwa, pemupuk iman penyubur amal saleh, karena
tasawuf merupakan dasar pokok-pokok
kekuatan batin. Dalam membina tata hidup dan penghidupan terutama untuk
membangun mental pembangunan atas dasar-dasar ajaran tasawuf, maka Islam akan
lebih mampu membangun kemajuan dunia dan dan terutama pada pembangunan nasional
kita sekarang ini.
B. Rumusan Masalah
1.
Pengertian Mudzakarah, Mujaharah,
dan pengakuan dosa
2.
Perbedaan muzakarah dgn pengakuan
dosa orang kristen
C. Tujuan
1.
Agar penulis dan pembaca dapat
memahami apa itu Mudzakarah, Mujaharah dan pengakuan dosa serta dapat di
terapkan dalam kehidupan sehari – hari.
2.
Untuk memenuhi tugas kelompok
BAB II
ISI
2.1
Pengertian
Mudzakarah
Mudzakarah
adalah bahasa arab dari kata Dzakara-Yudzakiru-Mudzakara yang berarti
mengingatkan, belajar bersama tanpa guru, Muhammad Yunus (1972:134).
Muzakarah maksudnya ingat-mengingat diambil dari perkataan
Munaqasyah maksudnya perbincangan Jadi metode Mudzakarah adalah suatu cara yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan kekuatan hapalan atau saling mengingatkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Munaqasyah maksudnya perbincangan Jadi metode Mudzakarah adalah suatu cara yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan kekuatan hapalan atau saling mengingatkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Untuk menjelaskan hal-hal yang bersifat
teoritis selain metode caramah, maka metode Mudzakarah sangat tepat karena
hal-hal yang bersifat teoritis sebaiknya harus dihafal. Maulana Zakariyah
(1931) menyatakan bahwa anak-anak mempunyai daya hafal yang lebih kuat daripada
orang dewasa Tidaklah sulit jika masa-masa seperti mereka dilatih untuk
menghafal. Dewasa ini usia anak-anak sangat lemah dalam menghafal yang
menyebabkan kurangnya gairah dan kemampuan siswa untuk mengembangkan dan
memanfaatkan informasi penyebabnya adalah salah satunya daya hafal yang lemah.
Dalam suatu kegiatan pembelajaran selalu diawali dengan kegiatan pendahuluan
yang diantara lain meliputi: memeriksa kesiapan siswa, melakukan kegiatan
persepsi, menginformasikan tujuan pembelajaran (siswa dapat mendeskripsikan
hubungan antara struktur kerangka manusia dengan fungsinya serta
pemeliharaannya) dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai oleh setiap
siswa, metode belajar yang akan digunakan serta memotivasi siswa.
Langkah-langkah metode pembelajaran
Mudzakarah adalah sebagai berikut :
a. Kelas yang terorganisir dibagi dalam
beberapa kelompok, masing-masing terdiri dari 5,7,9, atau beberapa orang yang
dikondisikan sebaiknya jumlahnya ganjil. Tiap kelompok mempunyai anggota yang
heterogen, baik jenis kelamin, ras/etnik, maupun kemampuannya. Kalau jumlah
siswa kurang tak perlu dibuat kelompok.
b. Guru menyampaikan materi pelajaran
(hafalan) yaitu, indikator yang telah dibuat sebelumnya oleh guru dalam bentuk
poin-poin yang mudah dihafal
c. Guru memberikan tugas kepada
kelompok/siswa untuk mengikuti materi yang disiapkan.
d. Salah seorang siswa ditunjuk guru
untuk mengulangi materi yang diajarkan secara runtut, kalau salah dituntun
sampai benar.
e. Siswa yang disamping kanannya
melakukan hal yang sama sampai semua siswa pada setiap kelompok mendapat tugas
yang sama.
f. Setelah semua kelompok menyelesaikan
tugas yang sama guru meminta salah seorang siswa untuk mengulangi materi yang
sudah dihafal, diacak sesuai dengan kesiapan siswa.
g. Untuk mengecek sejauh mana
kompetensi hafalan siswa meningkat, salah seorang siswa diberi kesempatan untuk
mengulangi semua materi pelajaran yang telah di hafal secara runtut. Kalau
masih ada waktu semua siswa mendapat giliran yang sama untuk menghafal
h. Tes Evaluasi.
Dari
kegiatan diatas diharapkan dapat melatih siswa untuk berani mencoba, berani
melakukan sesuatu serta memberikan perhatian yang besar terhadap tugas yang
diberikan guru dan senang belajar sehingga kompetensi yang diharapkan dapat
tercapai.
2.2
Pengertian Mujaharah
Pengertian secara umum Ta’rif (definisi) mujahadah menurut arti bahasa,
syar’i, dan istilah ahli hakikat. Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang,
menurut aturan syara’ adalah perang melawan musuh-musuh Allah Azza wa Jalla,
dan menurut istilah ahli hakikat adalah memerangi nafsu amarah bis-suu’ (2) dan
memberi beban kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai
dengan aturan syara’ (agama). Sebagian Ulama mengatakan : "Mujahadah
adalah tidak menuruti kehendak nafsu”, dan ada lagi yang mengatakan: “Mujahadah
adalah menahan nafsu dari kesenangannya”.
Di dalam Wahidiyah
yang dimaksud “Mujahadah” adalah bersungguh-sungguh memerangi dan menundukkan
hawa nafsu (nafsu ammarah bis-suu’) untuk diarahkan kepada kesadaran.
Pengertian secara
khusus MUJAHADAH WAHIDIYAH adalah pengamalan Sholawat Wahidiyah atau bagian
dari padanya menurut adab, cara dan tuntunan yang dibimbingkan oleh Muallif
Sholawat Wahidiyah sebagai penghormatan kepada Rosululloh dan sekaligus
merupakan do’a permohonan kepada Allah , bagi diri pribadi dan keluarga, baik
yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, bagi bangsa dan negara,
bagi para pemimpin mereka di segala bidang, bagi ummat masyarakat jami’al
‘alamin, dan seluruh makhluq ciptaan Allah .
2.2.1. Dasar-dasar Mujahadah
dan Keuntungannya
a. Firman Allah
Ta’ala QS. 5 - Al Maaidah : 35 :
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوْآ إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ
وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (5- المائدة-35)
“Hai orang-orang
yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri
kepada-Nya dan berjihadlah pada jalan-NYA agar supaya kamu sekalian mendapat
keberuntungan.
b. Firman Allah
Ta’ala : QS. 29 Al Ankabut: 69
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا
فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (
29-العنكبوت : 69 )
“Dan orang-orang
yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan
kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta
orang-orang yang berbuat baik”. Q.S. 29 Al-Ankabut : 69.
c. Hadits Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam :
رَجَعْنَا مِنَ
الْجِهَادِ اْلأَصْغَرِ اِلَى الجِهَادِ اْلأَكْبَرِ , قَالُوْا يَارَسُوْلَ اللهِ
وَمَا الْجِهَادُ اْلأَ كْبَرِ ؟ قَالَ : جِهَادُ النَّفْسِ )رواه البيهقى عن جابر
فى كتاب الزهد الكبير (الجزء 2، رقم 373) .
“Kita baru
kembali dari perang kecil akan menghadapi perang besar. Para Shahabat bertanya
: YA Rosulullah gerangan apakah perang besar itu ? Rosulullah menjawab: “Perang
melawan Nafsu”.
d. Hadits Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam :
"الْمُجَاهِدُ
مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ". رَوَاهُ التّرْمِذِى
وَالطَّبْرَانى وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ عَنْ فَضَالَةَ بن عُبَيْدٍ ، حسن
صحيح
Orang yang berjihad
(bermujahadah) adalah orang yang memerangi nafsunya dalam (pendekatan dirinya
kepada) Allah, (HR At-Tirmidzi, At-Thabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim, dari
Fadlolah bin “Ubaid).
2.3
PERBEDAAN MUZAKARAH DGN PENGAKUAN
DOSA ORANG KRISTEN
2.3.1 Pengertian Pengakuan Dosa Menurut Agama
Kristen
Pengakuan
dosa adalah
sebuah sakramen dalam gereja Katolik Roma, di Indonesia sakramen ini dilakukan oleh
umat Katolik setidak-tidaknya satu kali
dalam satu tahun, hal ini sesuai dengan lima
perintah Gereja.
sakramen adalah suatu
simbol atau peringatan yang terlihat dari rahmat yang tak terlihat.
Sakramen dalam
Gereja Katolik, Ketujuh sakramen adalah sebagai berikut:
pada masyarakat Indonesia, Gereja membuka kesempatan
seluas-luasnya soal waktu pengakuan dosa, namun kegiatan diadakan secara massal
menjelang hari raya Natal danPaskah. Sakramen ini dilaksanakan agar
umat katolik merasa siap, terutama secara rohaniah untuk menyambut hari
raya Natal ataupun Paskah.
cara dari pelaksanaan pengakuan dosa di Indonesia tidak
seperti yang dilakukan di film-film barat pada umumnya, melainkan kita diberi
semacam teks panduan bagaimana langkah-langkah mengaku dosa (sering juga disebut dengan istilah bertobat). Teks
tersebut kurang lebih berisi pertanyaan, kapan terakhir kali bertobat, dosa
yang akan diakui, dan teks doa tobat, dan kerahasiaan dari dialog ritual
pengakuan dosa tersebut dijamin kerahasiaannya.
Arti
Penting Sakramen
Umat Kristiani umumnya percaya bahwa sakramen
secara langsung memengaruhi keadaan jiwa di alam baka. Sinode Missouri dari Gereja
Lutheran menitikberatkan sakramen Pembaptisan. Mereka kerap sependapat
dengan Santo Agustinus dari Hippo bahwa semua orang yang tidak dibaptis akan
masuk ke neraka bila meninggal dunia, bahkan juga bayi. Di lain pihak, umat
Katolik diizinkan percaya bahwa bayi-bayi yang meninggal tanpa dibaptis masuk
ke limbo. Jika
Gereja Protestan menitikberatkan Pembaptisan, umat Katolik justru percaya bahwa
sakramen-sakramen lainnya juga diperlukan untuk mencegah agar umat beriman
jangan sampai masuk ke neraka. Rekonsilisasi, misalnya, diperlukan bila
seseorang telah berbuat dosa yang membawa maut (zina, membunuh, cabul,
tidak menghadiri Misa pada hari minggu karena keinginan sendiri, memberikan
kesaksian palsu, tidak beriman, penggunaan alat kontrasepsi) seperti melewatkan
Ekaristi tanpa alasan yang benar. Dalam Gereja Katolik, sakramen-sakramen dapat
pula mengurangi penderitaan seseorang di purgatorium (api penyucian).
Baptisan adalah ritual
pemurnian dengan menggunakan air. Kata baptis berasal dari bahasa Yunani, βάπτειν,
yang berarti "berendam atau mandi". Namun, lebih tepatnya kata
tersebut berarti "berendam di air seluruhnya, sampai air menutupnya.Baptisan
dikenal sebagai ritual inisiasi Kristen yang melambangkan pembersihan dosa. Baptisan juga
melambangkan kematian
bersama Yesus.
Dengan masuk ke dalam air, orang yang dibaptiskan itu dilambangkan telah mati. Ketika ia keluar
lagi dari air, hal itu digambarkan sebagai kebangkitannya
kembali.
Cara
baptisan
Pembaptisan dilakukan dengan air. Namun, ada bermacam
cara pembaptisan, tergantung pada denominasi gerejanya.Cara pembaptisan yang
paling umum dilakukan ialah dengan memercikkan air di kepala oleh seorang pastor (romo) atau imam, yang mengucapkan
formula, "Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."Gereja
Katolik Roma dan banyak aliran di kalangan Gereja Protestan mempraktekkan baptisan
anak karena mereka meyakini bahwa Yesus mengundang anak-anak untuk datang
kepadanya (lih. Injil Markus 10:13-16, dll.).Namun, ada pula
gereja-gereja yang hanya membaptiskan orang dewasa yang telah
mengaku percaya, misalnya gereja-gereja Pentakosta
dan Gereja
Baptis. Biasanya, gereja-gereja ini.mempraktekkan baptisan selam. Dalam hal
ini, pendeta bersama calon baptisan masuk ke dalam sebuah kolam dan orang yang
dibaptiskan itu diselamkan ke dalam air.
Arti
dan Makna Baptisan Kristen
Baptisan itu mempunyai dua arti dan makna,
yaitu:
1.
Baptisan Air
Baptisan dengan air yang dilaksanakan
oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan dan seturut
katanya sendiri dalam Matius 3:11a, baptisan tersebut adalah tanda pertobatan dari
yang bersangkutan dalam artian yang bersangkutan telah menyesal atas semua
dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. Dan sejak ia
dibaptiskan, ia berikrar dan bertekad tidak mengulanginya lagi dan memulai
hidup baru dengan melaksanakan semua kehendak ALLAH (Matius 7:21).
Baptisan air secara umum dilakukan dan disaksikan oleh banyak orang pada waktu
pelaksanaannya.
2.
Baptisan Roh
Baptisan Roh yang disinggung oleh
Yohanes Pembaptis dalam Matius 3:11b dengan kata-kata "Baptisan roh kudus dan
api" baru diberikan kepada yang bersangkutan oleh Yesus bilamana dia
setelah pertobatannya itu benar-benar melaksanakan Kehendak ALLAH yaitu:
a)
Dengan segenap hati dan jiwanya
mengaku percaya bahwa Yesus
adalah Tuhan
(Yohanes 13:13), Mesias,
Anak ALLAH yang hidup (Matius 16:16), karena yang mampu menyelamatkan umat
manusia adalah Yesus seorang (Kisah Para Rasul 4:12, Yohanes 14:6)
b)
Dengan segenap hati, jiwa,
kekuatan dan akal budinya mengasihi ALLAH (Markus 12:30)
c)
Mengasihi sesama manusia seperti
dirinya sendiri (matius 22:39)
Baptisan Roh ini, bisa dilakukan bersamaan
dengan pelaksanaan Baptisan air itu sendiri dan dapat juga sesudahnya. Tegsanya
kapan baptisan Roh itu terjadi tidak dapat dilihat/disaksikan oleh siapa pun
karena pelaksanaanya bukan dilakukan oleh Pendeta melainkan
oleh Allah sendiri
yang roh itu.
Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan
bahwa baptisan saja tidak menjamin keselamatan Sorgawi, melainkan harus dengan
rumus: didalam nama Bapa Putra dan Roh Kudus = Keselamatan.
2.3.2 MUZAKARAH
1. Memperbanyak
istighfar-Istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa seorang hamba di depan
Allah , yang
menjadi sebab Allah jatuh kasih dan kasihan pada hamba-Nya lalu Dia berkenan
melapangkan jiwa dan kehidupan si hamba. Sabda Nabi s.a.w. yang
bermaksud:“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah s.w.t akan
menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya
rezeki dari arah yang tidak disangka.” - Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasai,
Ibnu Majah dan al-Hakim .
2. Tinggalkan perbuatan
dosa - Istighfar
tidak laku di sisi Allah jika masih buat dosa. Dosa bukan saja membuat hati
resah malah menutup pintu rezeki. Sabda Nabi SAW dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki.
3.
Sentiasa ingat Allah - Banyak ingat Allah buatkan hati tenang dan
kehidupan.Terasa lapang. Ini rezeki
yang hanya Allah beri kepada orang beriman. Firman-Nya: “(iaitu) orang-orang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan mengingati Allah . Ingatlah, hanya dengan mengingati
Allah hati menjadi tenteram.” –
Ar-Ra’du:28.
4.
Banyak berselawat - Ada hadis yang menganjurkan berselawat jika
hajat atau cita-cita tidak tertunai kerana selawat itu dapat menghilangkan
kesusahan, kesedihan, dan kesukaran serta meluaskan rezeki dan menyebabkan terlaksananya semua hajat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Mudzakarah adalah suatu cara yang
digunakan dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan kekuatan hapalan
atau saling mengingatkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Arti
mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ adalah perang
melawan musuh-musuh Allah dan menurut istilah ahli hakikat adalah memerangi
nafsu amarah bis-suu.
3. Pengakuan
dosa adalah
sebuah sakramen dalam gereja Katolik Roma, di Indonesia sakramen ini dilakukan oleh
umat Katolik setidak-tidaknya satu kali
dalam satu tahun, hal ini sesuai dengan lima
perintah Gereja.
3.2
Saran
Penulis banyak berharap para pembaca
memberikan saran dan kritik yang bersifat nya membangun kepada penulis demi
sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembaca.

.jpg)
0 Response to "ajaran praktis tassawuf"
Posting Komentar